Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Ingin Miskin

Masa hari tua telah nampak di depan mata. Sisa usiaku kini lebih banyak dihabiskan untuk menemani sahabatku dalam berdakwah. Adalah Abin, sosok sahabat, guru sekaligus pemimpin yang begitu teladan. Tokoh masyarakat di kampungku yang cukup dikenal dengan pribadinya yang karismatik dan berjiwa sosial tinggi. Lima tahun silam kami bersama tiga sahabat lainnya mendirikan Rumah Bahagia atau RB, sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan. Dengan wadah RB ini, kami sering terjun ke lokasi bencana untuk membantu para warga yang terdampak. Kembali ke sosok Abin, Ia memiliki wawasan yang cukup luas, terbilang cerdas jika sebatas memahami ilmu sosial, politik, dan agama. Pengaruhnya di masyarakat begitu diperhitungkan. Aku pun begitu kagum dengan pribadi sahabatku ini. Seolah pada setiap perkataannya terdapat kebenaran, langkah kakinya mengartikan perjuangan. Kami berdua sedikitnya memiliki kegemaran yang sama. Iyah, kami sama-sama suka berbisnis. Aku sendiri setiap melihat ada...

Suara Sumbang Awal Pandemi

Hai, Sob. Selamat pagi di bulan Juli, semoga kita bisa saling mengerti. Aamiin. Kali ini aku ingin ngomongin masa pandemi Covid-19. Sedikit banyak kondisi ini telah merubah tatanan sosial masyarakat kita. Mulai dari jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, tidak salaman, hingga tunda mudik ke kampung halaman. Semua itu demi kebaikan bersama, demi kesehatan kita semua. Selain itu, pandemi juga telah menghambat perekonomian kita. Ada yang kena PHK, ada juga yang dirumahkan sampai kapan belum jelas waktunya. Wisudawan susah nyari kerja, pedagang kaki lima tutup usaha, bantuan yang entah bagaimana cara membaginya, kesenjangan di mana-mana. Dan aku termasuk dari salah satunya, daftar kerja ke mana-mana, ada panggilan tapi belum jelas kelanjutannya. Ah semoga semua akan kembali baik-baik saja. Pandemi juga berimbas pada dunia pendidikan kita. Sekolah dan kuliah di-daring-kan, UN ditiadakan, kelulusan tidak dirayakan, toga wisuda yang terasa hampa dikenakan. Momen-momen keseruan hilang be...

TERIMA SAJA

Hai gaes... ah nggak cocok aku ngomong begituan.  Emang paling pantes kalau manggilnya yang sopan-sopan aja. Hai pembaca yang budiman, hai sobat super, bertemu lagi dengan saya, eh berjumpa lagi dengan saya, Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. Haha apaan sih? Sudah lama yah aku nggak nge-post tulisan lagi. Ya begitulah, aku masih modiyan buat ngerjain sesuatu. Kemarin-kemarin nulis cerpen, lalu ganti puisi, lanjut bikin video-video baper, sampai sempet disaranin buat bikin chanel YouTube yang khusus buat video-video baper tadi. Eh sekarang malah balik nulis lagi. Sementara ngikut apa mau mood saja deh. Oh iya sobat, eh kawan, eh teman, eh apa yah sebutan yang cocok buat para pembaca blog-ku. Minta sarannya dong, wan-kawan. Nah panggil kawan aja kali yah. Uhuy sudahlah. Cuz ke topik aja langsung. Buat kalian semua, pasti pernah kan ngrasain stuck , boring , ah sudahlah, atau kalau dalam bahasa daerahku “wis embuh”. Pernah? sama kok, dan aku rasa hampir semua yang punya rasa meras...

Romantisme Dua Ulama

Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan pesantren ketika seorang santri sowan kepada kiai atau gurunya. Suatu hari Hamid, salah seorang santri pesantren masyhur di Wonosobo, diutus oleh Sang Kiai untuk menemui Mbah Dalhar di Jombang dan Mbah Siradj di Pasuruan. Dua tokoh tersebut merupakan guru dari Sang Kiai sewaktu dulu masih menimba ilmu di pesantren. Pada lebaran tahun ini Sang Kiai mendadak sakit, sehingga belum bisa sowan ke para kiai yang di luar kota. "Iki sangu kanggo ning dalan. Ati-ati yo, Le!"  Pesan Sang Kiai sembari menyodorkan bekal dan ongkos perjalanan. Singkat cerita, berangkatlah Hamid dari Wonosobo malam hari. Ia baru sampai di ndalem Kiai Dalhar Jombang ketika paginya. Ia disambut baik oleh Kiai, diberi jamuan yang lengkap, mulai dari dodol, kue kering, buah, keripik, dan banyak lainnya. Tidak lupa sebagai santap paginya dengan ketupat sayur dan teh hangat. Kiai memberi banyak wejangan kepada Hamid. Selain itu, Kiai juga menceritakan sosok mur...

ICHA

Pagi itu sinar mentari terasa lebih hangat memenuhi seluruh penjuru Markas Akademi Militer Magelang. Kemilau cahayanya memantul dari balik lencana pembina kami saat memberikan pidato upacara, membuat kami setengah menutup mata. Berbeda dari sebelumnya, upacara kali ini terasa lebih spesial karena merupakan upacara penutupan sekaligus perpisahan prajurit. Sebanyak dua ratus prajurit dilepas setelah sebelumnya menjalani Diklat selama dua tahun. Kami diberi waktu dua minggu untuk berlibur di rumah sebelum nantinya di tempatkan tugas di masing-masing wilayah. Aku memperoleh bagian penempatan di NTT, tepatnya di perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Selepas upacara aku beranjak ke barak untuk segera berkemas. Dengan menggunakan koper dan tas ransel sudah cukup untuk membawa semua barang-barangku selama Diklat. Siang itu juga aku meninggalkan Markas untuk bertolak ke rumahku di sebuah desa dekat pusat Kota Pekalongan. Tidak lupa aku sempatkan mampir di pusat oleh-oleh khas Magelang y...

BUS

Begitu sejuk jendela ini Dalam senyapnya bus terminal Naik turun banyak penumpang Ah tidak juga, Terkadang silih berganti Pedangan asongan Tawarkan dengan seribu jurus andalan Dan kini Dia mulai terdiam Melirik satu bangku di belakang Wanita itu Berkerudung hijau NU

Catatan 15/12/17

Si Barat takkan bisa mengalahkan Si Timur melalui perang militer. Si Barat jelas kalah, karena Si Timur akan begitu bersemangat. Pilihan Si Timur: 1. Menang dan dapat kejayaan 2. Kalah dan dapat kejayaan pula ( surga ) Maka dari itu, Si Barat menggunakan strategi lain. Apa itu? Politik devide et impera (adu domba). Cukup dengan membuat wacana Bisa menjadikan antar Si Timur saling menyalahkan, sibuk dengan urusan mereka sendiri, lupa mana kawan mana lawan. Ini yang dinamakan Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Lihatlah bagaimana antar Ormas Islam saling menjelekkan. Antar organisasi ekstra kampus (Islam) saling merendahkan. Ah sudahlah... Aku juga belum begitu paham. Oleh karenanya, Nantikan diskusi PTKP HMI Kom. FITK tentang Ghazwul Fikri. Coming soon...