Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Sia-sia

Fakta bahwa kamu banyak yang suka atau banyak yang ngejar adalah kebahagiaan tersendiri bagiku. Karena itu berarti aku tidak perlu khawatir berlebihan jika suatu saat nanti takdir memisahkan jalan kita. Bukankah sedari awal kita tidak saling menjanjikan apa-apa? Hanya sebatas teman yang berusaha sejalan, melangkah beriringan, dan saling support. Sayangnya, lagi-lagi salah satu pihak melibatkan perasaan terlalu jauh. Hal yang paling aku wanti-wanti di awal pada akhirnya terjadi juga. Sebenarnya kamu sayang nggak sih? Pertanyaan yang akhirnya terlontar sebagai wujud dari kebutuhan akan kepastian. Untuk ke sekian kalinya aku tidak bisa berkata-kata. Penjelasan yang coba aku utarakan hanya berputar di isi kepala. Aku dengan mulut yang membisu dan mata yang mulai berkaca-kaca, semoga mampu ditangkap sebagai jawaban. Kita satu frekuensi, memiliki kesamaan dalam banyak hal. Sepertinya kita juga saling membutuhkan, saling berbagi kebaikan, dan banyak saling-saling lainnya. Tapi apakah l...

Berkaca Pada Berita

  Sumpah capek !!! Aku sedikit trauma selepas baca berita tentang guru agama di Batang yang mencabuli 35 muridnya. BANGS*T. Mungkin kasus serupa sudah banyak belakangan ini, pengasuh cabul, guru cabul, ustadz cabul, dan berbagai karakter cabul di lingkungan lainnya. Modus pada kasus kali ini yang makin menjadikanku trauma dan sedikit khawatir. Dengan dalih tes kedewasaan sebagai rangkaian proses seleksi OSIS, Si Bangs*t ini melancarkan niat bejatnya, mencabuli muridnya, bahkan tega menyetubuhi 10 korban di antaranya. Lokasinya pun tak kalah miris, aksi bejatnya dilakukan masih di lingkungan sekolah, mulai dari ruang OSIS, ruang kelas, hingga gudang mushola. Aku menulis ini dengan suasana hati berantakan tak karuan. Sedih, marah, takut, dan frustasi bercampur semua. Sesekali mengelus kening hingga menjambak rambut. Bukan kenapa, aku dengan Si Bangs*t ini ada sedikit kesamaan peran di lingkungan sekolah, sama-sama sebagai guru agama dan pembina OSIS. Ya Allah, jaga hamba… ...

Galau-Is-Me

  Pagi ini kopi terasa lebih pahit dari biasanya Aku merenung, apa yang salah pada caraku menjalani hidup akhir-akhir ini Sedikit kurang nyaman, mengajar pun hambar Aku kehilangan semangat Tapi tetap berusaha menjalani apa yang menjadi kewajiban Kutukan siapa yang melekat Sumpah serapah mana yang terlontar Atau doa orang mana yang mungkin aku dzolimi Apa mungkin tentang perempuan yang tersakiti Yang semesta kurang meridhai   Apa yang salah? Adakah yang keliru? Orang baik masih aku temui Rutinitas positif masih aku jalani Lalu apa? Mengapa begitu hambar?   Aku bosan Hidup masih cukup berantakan Tidak ada kemajuan Tidak ada kepastian dalam waktu dekat Aku mengkhawatirkan masa depan Tolong sampaikan padaku? Apa aku salah? Apa langkahku keliru? Ini aku semakin menua, semakin hilang arah Siapa yang bisa aku jadikan pegangan? Tokoh mana yang bisa menuntunku, menasihatiku, mengarahkanku pada jalan yang benar? Atau kebenaran aka...