Langsung ke konten utama

Catatan 13/12/17

Ada kawan yang nyeloteh
'aku gak tau dan gak mau tau urusan politik'

Hem, aku cukup terdiam
'masih ada saja phobia politik di kalangan masyarakat'

Begini, ketika kita tidak tahu tentang politik
maka konskuensi logisnya adalah kita akan mudah dipolitisi (dimanfaatkan).

Bukankah Rasulullah juga mengajarkan politik?
Bagaimana menanamkan keyakinan, mengatur strategi dan taktik, serta memimpin umatnya.
Itu semua bagian dari politik.

Kita boleh bahkan wajib berpolitik,
asal tidak tenggelam di dalamnya.

'cukup tau dan tapi gak perlu terjun langsung ke dunia politik'

Kalau semua orang baik berpikiran seperti itu,
secara tidak langsung kita merelakan kekuasaan dipegang oleh penguasa yang dholim.

Jika sudah pada taraf seperti itu,
bukankah akan menjadi dosa dan kelalaian bersama?

Kita bisa menengok kasus di Iran dan Syria,
bagaimana kaum Sunni tertindas oleh kaum Syiah.

Apa penyebabnya?
Tentu karena kaum Sunni di sana mengharamkan politik,
dan imbasnya kekuasaan dipegang oleh kaum Syiah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebagai Pria ...

Bagaimana seharusnya sikap pria kepada wanitanya? Sebagai pria, seringkali kita keliru dalam memberikan perlakuan kepada pasangannya. Beberapa sikap mendasar yang kita anggap benar, bisa jadi merupakan sesuatu yang salah bagi wanita. Kita sering mendengar slogan “wanita selalu benar”, lalu kita menjadikannya seperti bahan olok-olokan. Sedikit berlebihan memang, sebab sangat mungkin jika sebenarnya memang kita -sebagai pria- yang salah. Kita seringkali tidak menyadari telah berbuat keliru terhadap pasangannya. Maka dalam kesempatan ini, sepertinya menarik untuk mengulas sedikit tentang bagaimana seharusnya sikap pria terhadap wanitanya. Inilah beberapa sikap yang seharusnya pria berikan kepada wanitanya: 1.     Jangan menjelaskan, tapi meminta maaf Yups, kalau kita punya salah atau dianggap salah sama pasangan kita, tidak perlu banyak menjelaskan ini itu, it’s percuma. Ketika doi sedang marah, akan susah untuk mau menerima penjelasan kita. Jangankan menerima, mendeng...

Harap-harap Dilema

  Dari ibu Nak, bagaimana kabarmu sekarang? Semoga sehat dan bahagia selalu yah di rantau orang. Sebab bahagiamu pula yang menjadi sumber bahagia kami sebagai orang tua. O iya Nak, kami alhamdulillah sehat semua di rumah. Jadi kamu tak perlu merisaukan kondisi kami. Sudah fokus saja pada masa depanmu. Ingat yah, tahun ini usiamu sudah genap 30. Usia yang terbilang matang untuk memulai kehidupan berumah tangga. Kemarin pun kabarnya sudah ada perempuan yang cukup dekat denganmu. Lalu kapan rencana kamu mau membawa pasangan terbaikmu ke rumah, memperkenalkan kepada keluarga? Nak, benar bahwa kita bukan termasuk keluarga yang punya harta. Jadi kami pun sadar tidak mungkin memaksa kamu harus menikah segera. Tapi kamu pun tahu kan, Nak, jika terus menunda imbasnya apa? Kami sebenarnya khawatir, jika jarak pernikahanmu dengan adikmu terlalu dekat, kami sedikit keberatan menyiapkan modal untuk biaya resepsi dan lainnya. Ya menurut kami, jika kamu bisa nikah di tahun ini mungkin adikmu bisa...

Sia-sia

Fakta bahwa kamu banyak yang suka atau banyak yang ngejar adalah kebahagiaan tersendiri bagiku. Karena itu berarti aku tidak perlu khawatir berlebihan jika suatu saat nanti takdir memisahkan jalan kita. Bukankah sedari awal kita tidak saling menjanjikan apa-apa? Hanya sebatas teman yang berusaha sejalan, melangkah beriringan, dan saling support. Sayangnya, lagi-lagi salah satu pihak melibatkan perasaan terlalu jauh. Hal yang paling aku wanti-wanti di awal pada akhirnya terjadi juga. Sebenarnya kamu sayang nggak sih? Pertanyaan yang akhirnya terlontar sebagai wujud dari kebutuhan akan kepastian. Untuk ke sekian kalinya aku tidak bisa berkata-kata. Penjelasan yang coba aku utarakan hanya berputar di isi kepala. Aku dengan mulut yang membisu dan mata yang mulai berkaca-kaca, semoga mampu ditangkap sebagai jawaban. Kita satu frekuensi, memiliki kesamaan dalam banyak hal. Sepertinya kita juga saling membutuhkan, saling berbagi kebaikan, dan banyak saling-saling lainnya. Tapi apakah l...