Langsung ke konten utama

Postingan

BUS

Begitu sejuk jendela ini Dalam senyapnya bus terminal Naik turun banyak penumpang Ah tidak juga, Terkadang silih berganti Pedangan asongan Tawarkan dengan seribu jurus andalan Dan kini Dia mulai terdiam Melirik satu bangku di belakang Wanita itu Berkerudung hijau NU

Catatan 15/12/17

Si Barat takkan bisa mengalahkan Si Timur melalui perang militer. Si Barat jelas kalah, karena Si Timur akan begitu bersemangat. Pilihan Si Timur: 1. Menang dan dapat kejayaan 2. Kalah dan dapat kejayaan pula ( surga ) Maka dari itu, Si Barat menggunakan strategi lain. Apa itu? Politik devide et impera (adu domba). Cukup dengan membuat wacana Bisa menjadikan antar Si Timur saling menyalahkan, sibuk dengan urusan mereka sendiri, lupa mana kawan mana lawan. Ini yang dinamakan Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Lihatlah bagaimana antar Ormas Islam saling menjelekkan. Antar organisasi ekstra kampus (Islam) saling merendahkan. Ah sudahlah... Aku juga belum begitu paham. Oleh karenanya, Nantikan diskusi PTKP HMI Kom. FITK tentang Ghazwul Fikri. Coming soon...

Catatan 14/12/17

Seringkali kita memilih mengatakan terserah Padahal bisa mengatakan sepakat atau gak sepakat, sebainya gini... Kita terlalu takut akan resiko Merasa aman di zona nyaman Dan dengan seenaknya mengatakan aku makmum Lucunya,,, aku pun masih begitu. Ah sudahlah... Mau sampai kapan seperti ini terus? Atau menunggu lupa Bahwa kita terlampau jauh tertinggal. Cukuplah, mari mengambil sikap Manfaatkan peluang. (lanjutan) Ketika kamu memilih untuk memperlihatkan kelemahanmu, kesedihanmu dan ketakutanmu ... Maka saat itu kamu telah mengecewakan banyak orang yang begitu mengidolakanmu... Maka saranku. Silahkan lemah, sedih dan takut, tapi Jangan pernah kau perlihatkan Karena aku pun begitu mengidolakanmu Maka please jangan kecewakan aku. Terinspirasi dari story sahabat

Catatan 13/12/17

Ada kawan yang nyeloteh 'aku gak tau dan gak mau tau urusan politik' Hem, aku cukup terdiam 'masih ada saja phobia politik di kalangan masyarakat' Begini, ketika kita tidak tahu tentang politik maka konskuensi logisnya adalah kita akan mudah dipolitisi (dimanfaatkan). Bukankah Rasulullah juga mengajarkan politik? Bagaimana menanamkan keyakinan, mengatur strategi dan taktik, serta memimpin umatnya. Itu semua bagian dari politik. Kita boleh bahkan wajib berpolitik, asal tidak tenggelam di dalamnya. 'cukup tau dan tapi gak perlu terjun langsung ke dunia politik' Kalau semua orang baik berpikiran seperti itu, secara tidak langsung kita merelakan kekuasaan dipegang oleh penguasa yang dholim. Jika sudah pada taraf seperti itu, bukankah akan menjadi dosa dan kelalaian bersama? Kita bisa menengok kasus di Iran dan Syria, bagaimana kaum Sunni tertindas oleh kaum Syiah. Apa penyebabnya? Tentu karena kaum Sunni di sana mengharamkan politik, da...

Catatan 12/12/17

Seasyik apapun kita mewarnai hidup, tentu akan merasakan bosan juga. Begitupun dengan kuliah, menjelang akhir semester nampak rasa males, mules, lemes bersamaan. Saat itu kata alm. Uje, kembalilah kepada Sang Pencipta. Tidak harus berhenti hidup, cukup perbanyak temui Dia di rumah-Nya. Asyhadu an la ilaha illallah Wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.

7 KALI BARU KELUAR

Semangat pagi itu aku awali dengan bangun dari subuh. Selepas sujud panjang kulanjutkan membuka lembaran-lembaran yang bertuliskan aksara arab. Sebab bagiku setiap kalimat itu mengandung kedamaian yang begitu dalam, tanpa harus tau maknanya. Bagiku pola bacaan itu menuntun suaraku menjadi terasa syahdu. Sedang di luar rumah terdengar suara air gerimis ditambah angin sepoi-sepoi yang membawaku hanyut pada suasana damai pagi itu. Menjelang mentari terbit aku baru tersadar, minggu pagi itu aku dan empat kawanku punya janji, menjadi panitia pernikahan. Segera aku rampungkan bacaanku lalu bergegas mengambil peralatan mandi. Hufht, lagi-lagi harus antri. Seperti biasa, di asrama sudah dipastikan ada antrian mandi setiap pagi. Ah sudahlah, aku terpaksa mandi di luar. Dengan celana kolor pulkadot, aku nyaman menyiram seluruh tubuhku dengan sedikit tarian. Gosok sini gosok sana udah kayak balsem Geliga aja. Pas hotnya. Wkwkwkwk "Iiih Bang Nor jijay... ga malu apa Bang, ada santri-sat...

LAWAN (Catatan Triadi)

Malam selalu berganti siang Begitupun jiwa yang sedih berganti periang Ketika iblis mencari teman Maka manusia harus melawan Jangan biarkan diri kita nyaman Dengan dosa yang kita lakukan Mukmin harus menang Menghadapi iblis yang menantang Karena Neraka siap memanggang Setiap hamba yang membangkang Tetap kuat kawan Jadilah hamba yang beriman Agar dunia tak menjadi penghalang Antara jiwa dan Dia Sang Maha Penyayang Sekian... Saya Triadi Tuan rumah kultum ceria (Ditulis ketika menjadi moderator dalam agenda kultum pesantren BI dengan tema Teman atau Lawan Setan oleh Ust. Akmal Nur A)